telur

telur

Senin, 21 April 2014

Anti vitamin
 Subtansi alami atau sintetis yang menghambat penyerapan suatu vitamin dalam diet. Sebagian besar antivitamin bekerja dengan cara kompetisi langsung dengan vitamin. Sifat ini disebabkan karena rumus bangun kimiawi yang hampir sama, sehingga ada kompetisi antara vitamin dan anti-vitaminnya atau karena reaksi anti-vitamin dengan vitamin itu.
-        Anti thiamin
Antagonis thiamin (thiaminase) dapat merusak molekul thiamin, ditemukan pada banyak macam ikan segar terutama di limpa, hati, jantung dan usus, kerang, khamir, linseed, mustard . Juga pada tumbuh-tumbuhan seperti bracken fern (Pteridium aquillinum).
-        Anti Riboflavin
Kandungan hipoglisina dari ackec fruit menghambat aktivitas riboflavin yang menghambat pertumbuhan pd tikus percobaan.
-        Anti Niasin
Antagonis niasin diperkirakan ada pada jagung dan cantle (millet).Pada manusia dan binatang yang konsumsi utamanya terdiri dari jagung, menunjukkan gejala defisiensi niasin berupa pellagra.
-        Anti Piridoksin
Antagonis : linatine. Terdapat pada linseed (Limun usitatissimun) dan  biji flax tdp 1-amino D-prolin yg bergabung dg asam glutamat yang dpt menghambat piridoksin
-        Anti Biotin (Avidin)
      Tahun 1930, Parsons dan para asistennya menemukan beberapa gejala kehilangan rambut terutama sekitar mata, penurunan berat badan yang cepat, kelumpuhan pada kaki belakang, hingga kematian, pada tikus-tikus yang diberi pakan mengandung putih telur (albumin) mentah. Penelitian lebih lanjut mendapati, situasi tersebut disebabkan suatu glikoprotein yang diberi nama avidin, artinya “albumin yang lapar”, yang bagi embrio ayam berfungsi sebagai pembunuh bakteri perusak (toxic) dari luar, selain pelindung unsur-unsur gizi lain di dalam telur. Avidin mampu mengikat biotin, sehingga tak dapat diserap melalui pencernaan. Dari percobaan pada manusia, melibatkan empat sukarelawan yang diberi ransum mengandung sekitar 3.000 kalori, yang 928 kalorinya berasal dari albumin mentah, serta rendah kandungan biotinnya, dengan jangka waktu pemberian 10 minggu, didapati, pada minggu ketiga dan keempat mereka mengalami masalah di bagian kulitnya. Di samping itu ditemukan adanya penurunan kadar hemoglobin dan biotin dalam urine hingga sepersepuluh dari normal, serta kenaikan kadar kolesterol